Sosialisasi dan Demo pembuatan lubang resapan biopori


Dalam rangka rapat koorinasi bulanan dan tindak lanjut pemberian bantuan alat Biopori oleh PT. Pertamina RU IV Cilacap sejumlah 123 Alat  biopori, Pemerintah Kelurahan Kebonmanis pada tanggal 30 Desember 2010 bertempat di Ruang serbaguna mengadakan sosialisasi dan demo pembuatan lubang resapan biopori. Acara sosialisasi dihadiri oleh Lurah, Babinsa dan Babinkamtibmas serta ketua RW dan RT se Kelurahan Kebonmanis.

Praktek Pembuatan Lubang Biopori

Setiap RT mendapat bantuan 2 alat dan diharapkan setiap bulan memberikan laporan pembuatan lubang biopori diwilahnya kepada Lurah Kebonmanis

Dengan kegiatan ini diharapkan lingkungan kelurahan Kebonmanis menjadi lebih sehat. Berikut penjelasan singkat tentang Biopori:

BIOPORI

Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk sebagai hasil aktivitas organisma tanah, seperti cacing, rayap dan fauna lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi air sehingga dapat meningkatkan cadangan air dalam tanah. Multimanfaat biopori antara lain mencegah genangan dan banjir, longsor, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi sambaran petir. Lubang resapan biopori dapat dibuat dengan cara membuat lubang vertikal ke dalam tanah selebar 10 – 30cm dan sedalam 8-cm – 1m. Kemudian diisi dengan sampah organik. Sampah organik adalah sampah yang dapat mengalami pembusukan atau hancur secara alami , seperti daun, rumput, akara-akaran, sisa makanan, sisa sayuran, dan semacamnya. Sampah organik yang dimasukkan ke dalamlubang resapan biopori akan dapat menghidupi fauna tanah.

Contoh ragam alat yang digunakan untuk membuat Lubang Resapan Biopori:

Cara Pembuatan Lubang Resapan Biopori:

  1. Membuat lubang silindris di tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm.
  2. Tanah yang akan dilubangi disiram dengan air supaya mudah untuk dilubangi.
  3. Mulut lubang dapat dikuatkan dengan pralon (PVC) atau semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 centimeter serta diberikan pengaman agar tidak ada anak kecil atau orang yang terperosok.
  4. Lubang diisi dengan sampah organik seperti daun, sampah dapur, ranting pohon, sampah makanan dapur non kimia, dsb.

Sumber: Kementerian Negara Lingkungan Hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: